Positioning sering disamarkan jadi tagline. Padahal ia adalah keputusan strategis: kategori mana yang dimasuki, lawan bicara siapa, dan bukti apa yang dimiliki.
Slogan datang belakangan. Tanpa keputusan awal itu, kata-kata hanya menjadi hiasan.
Dalam sprint strategi, kami memaksa tim untuk menyebutkan satu segmen yang sengaja ditinggalkan. Di situ positioning mulai terasa nyata.